Tak Kuasa Menahan Air Mata

Malam ini, air mataku akhirnya keluar setelah beberapa lama tak pernah keluar. Entah aku cengeng atau apa, yang pasti aku benar-benar sakit hati. Bagaimana tidak? Kalau mereka hanya bertindak atau berbuat rese, mungkin aku bisa terima. Namun bila itu sebuah perkataan, aku tidak bisa menahan lagi. Apalagi perkataan itu sangat dalam dan menusuk.

Setelah menahan selama bermenit-menit, akhirnya aku memutuskan untuk ijin ke toilet dam mengeluarkan semua air mataku disana. Berharap dengan begitu aku bisa lega da berhenti menangis. Entah sebenarnya mereka sengaja atau tidak mengatakannya, aku tidak peduli. Yang pasti meeka suda membuat perasaanku hancur. Sakit yang hanya bisa kurasakan sendiri. Untungnya aku bukan tipe orang yang terlalu memikirkan masalah secara berlarut-larut.

Mataku tentu saja tidak bisa berbohong bahwa aku baru saja menangis. Mereka yang mengucapakan kalimat yang telah berhasil menyakiti hatiku tentu saja meminta maaf. Apakah aku akan memaafkan mereka? Tentu saja. Aku bukan tipe orang yang pendendam.

Jadi sobat, pikirkanlah dulu semua hal sebelum kalian mengucapkannya. Pikirkan tentang dampak ucapan kalian terhadap orang yang kalian ajak bicara. Lebih baik berkata yang baik-baik saja atau diam. Karena tidak mungkin semua orang bisa memaafkan orang lain dengan mudah, bukan? Apalagi bagi orang-orang yang memilki sifat pendendam. Intinya, berhati-hatilah dalam berkata-kata.

Cerita ini bisa dibaca di : Tak Kuasa Menahan Air Mata